TINJAUAN HISTORIS DAN FILOSOFIS PROBLEM PENDIDIKAN NASIONAL

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

MARYONO

Abstract

Problema pendidikan nasional hingga saat ini terus mengkhawatirkan, pemerintah terlihat tertatih menyiapkan skema solusi, bahkan persoalan yang muncul tidak berbanding lurus dengan skema solusi yang dipersiapkan. Problem pendidikan bukan hanya pada dataran eksistensial namun juga pada persoalan substansial pendidikan. Pada level ontologis persoalan figure kependidikan seakan tiada henti untuk menorehkan permasalahan. Pemilihan pejabat kependidikan yang sering dipolitisir oleh para gubernur maupun bupati berdampak sistemik pada kualitas pendidikan. Pejabat pendidikan sering dipilih bukan karena kompetensi namun karena kedekatan politik, sebagai akibatnya banyak regulasi pendidikan yang overlapping karena dihasilkan oleh orang yang kurang kompeten, pembagian urusan pendidikan yang tidak proporsional dengan dana yang dianggarkan, keputusan yang tidak berbasis data sehingga memposisikan pendidikan menuju absurditas dan keremang-remangan masa depan. Pada level epistemologis kualitas pendidikan kita juga tidak pernah menembus peringkat yang bergengsi pendidikan dunia, kalah jauh dengan Singapura Negara mini yang luasnya hanya 700 km persegi karena dua universitasnya bisa menembus 200 perguruan bergengsi dunia. IPM kita juga tidak pernah beranjak dari angka ratusan (113 dari 188 negara) hal ini belum ditambah dengan output pendidikan yang kurang siap pakai di dunia kerja. Pada level aksiologis, orientasi pendidikan untuk mencari kebenaran sangat jauh panggang dari api. Hasrat pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan standard bahakan pelaksanaan UNAS beberapa waktu lalau sering direspon dengan tidak bermartabat oleh masyarakat. Orkestra ketidakjujuran dinyanyikan serempak, kompak dan sistemik bahkan didirigeni oleh guru dan pejabat pendidikan hanya untuk harga diri dan reputasi sekolah yang palsu, hingga akhirnya UNAS di putuskan bukan satu-satunya penentu kelulusan lagi. Paper ini tidak hendak memberikan vonis dan status hitam baik pada pemerintah maupun pada masyarakat namun berusaha menemukan entitas gelap yang menggerakkan dinamika negative pendidikan nasional.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##